OpiniPendidikan

Asal Mu Tidak Menentukan Mimpi Mu

Sebagai anak daerah yang berasal dari timur Indonesia secara khusus Biak Papua. Ada banyak hal yang dilalui hingga akhirnya memutuskan untuk melanjutkan studi ilmu hukum di Universitas Pendidikan Ganesha. Merantau sejak SMA di tahun 2013 ke Yogyakarta dan menuntut pendidikan di zona waktu yang berbeda memberikan banyak pengalaman yang menjadi perubahan penting dalam mengembangkan diri. Secara khusus ketika menginjakkan kaki sebagai mahasiswa di tahun 2016 di Bali.

Sebagai mahasiswa baru dan di jurusan yang terbilang baru atau sangat muda pada saat itu, yaitu program studi Ilmu Hukum angkatan ke-3, memiliki mimpi tinggi untuk bisa berkompetisi nasional ataupun bahkan sekolah keluar negeri mungkin sangat terbatas karena belum banyak kesempatan saat itu dan tidak pernah terpikirkan. Namun, disitulah perubahan di mulai dan menjadi awal pijakan untuk bisa memberikan pengaruh untuk pembuktian bahwa usia jurusan bukan menjadi penghalang untuk bisa berprestasi dari provinsi, nasional hingga internasional. Dan tentunya hal ini di dukung oleh berbagai civitas akademika dilingkungan jurusan hingga universitas.

Anak Papua dari kelas C yang dijuluki squad kelas dengan pengalaman masuk kelas pertama kali menggunakan baju merah bercorak putih akan menjadi cerita awal perbedaan yang kontras dan membawa sejarah. Air mata, berani, keluar dari zona nyaman dan mau belajar adalah poin penting yang membawa perubahan bagi saya. Proses belajar dan berbagai kesempatan terus di berikan oleh program studi, fakultas maupun universitas. Dan sebagai orang yang punya mimpi besar, mengambil kesempatan itu adalah kunci untuk bisa meraih mimpi. Bertemu dengan orang hebat dan baik yaitu para dosen, senior dari ilmu hukum yang menginspirasi, serta teman-teman yang menjadi support sistem serta banyak orang baik lainnya memberikan saya ruang untuk bisa mengekspresikan diri secara maksimal hingga mencapai banyak hal. Organisasi dan lomba serta berbagai kegiatan positif lainnya menjadi batu loncatan hingga bisa mengukir catatan sebagai anak berprestasi di jurusan ilmu hukum yang tidak pernah terpikirkan. Sejak tahun 2018, dengan semua pengalaman saya bertekad untuk melanjutkan studi magister (S2) ke luar negeri. Meski pada saat itu terlihat tidak mungkin, tapi dengan tekad yang kuat serta kegigihan, memberikan saya keyakinan bahwa mimpi itu bisa diraih. Dan puji Tuhan 2023 saya bisa melanjutkan program singkat dengan beasiswa YSEALI ke USA dengan jurusan Civic Engagement di Watss College Community Solutions and Public Policy di Arizona State University dan di bulan Oktober melanjutkan studi S2 dengan jurusan Hukum Internasional di Lancaster University, United Kingdom.

BACA JUGA:  PkM: Dosen Ilmu Hukum Undiksha Gandeng Jaksa Untuk Membentuk Remaja Anti Pornografi dan Kekerasan Seksual di SMA N 1 Sawan

Cerita ini saya bagikan untuk berpesan ke semua anak muda terutama mahasiswa/I di Indonesia yang lagi berjuang mengejar mimpi, mimpi tidak ditentukan karena kalian berasal dari universitas ternama, jurusan dengan akreditasi unggul, atau karena kalian berasal dari daerah pelosok terpencil dan limitasi background lainnya. Sesungguhnya dirimu adalah kunci yang menentukan mimpimu dan cara mewujudkannya. Tidak peduli dari manapun kamu berasal, setiap orang punya kesempatan yang sama untuk bermimpi dan mewujudkan mimpi tersebut.

 

Penulis : Lukas Norman Kbarek, Awarded Beasiswa LPDP 2021, LL.M International Law Student at Lancaster University, United Kingdom, Alumni Ilmu Hukum Undiksha, Angkatan 2016.

Shares: