Singaraja – Setelah menyandang gelar Sarjana Hukum (S.H) di Program Studi (Prodi) Ilmu Hukum Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja, Kadek Rosiana Dewi atau yang akrab dipanggil Rosi bercita-cita menjadi seorang jaksa.
Putri kedua pasangan Nyoman Sujena dan Ketut Ariani asal Banjar Dinas Pudeh, Tajun, Kubutambahan Buleleng ini, telah menyiapkan diri secara maksimal dan terus memantau informasi pembukaan CPNS. Menurutnya, jaksa adalah profesi yang mengedepankan intergritas diri di bidang hukum. Hal ini yang menjadikannya bertekad menjadi jaksa.
Dalam skripsinya, Rosi mengangkat judul “Implementasi Rumah Aman Sebagai Bentuk Pemenuhan Hak Korban Kekerasan Seksual Pada Anak di Kabupaten Buleleng”. Menurutnya, kekerasan seksual dengan korban anak-anak masih masif terjadi di “Bumi Panji Sakti”, sementara keberadaan Rumah Aman belum jelas keberadaannya.
“Padahal, rumah aman itu sangat penting bagi korban untuk memulihkan diri. Dalam Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Buleleng Nomor 5 tahun 2019 juga sudah menginstruksikan itu,” ungkap alumni SMAN 3 Singaraja itu.
Berdasarkan hasil penelitian Rosi, terjadi peningkatan kasus kekerasan seksual pada anak di Kabupaten Buleleng. Tahun 2017 terjadi 25 kasus kekerasan seksual pada anak. Tahun 2018 meningkat 29 kasus, 2019, 32 kasus, dan baru turun di tahun 2020 dan 2001 dengan masing-masing 14 dan 16 kasus.
“Kasus ini kan baru yang dilaporkan. Tentu yang belum dilaporkan masih ada. Seperti gunung es. Yang kelihatan hanya puncaknya,” jelasnya.
Ilmu hukum, lanjut Rosi, menjadi pilihan utamanya karena ketertarikan sejak di bangku SMA. Rosi pun berhasil menembus satu kursi di perguruan tinggi pelat merah itu dari jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) tahun 2019/2023.
Ternyata pilihannya tidak salah. Rosi mendapatkan pengalaman luar biasa di bangku kuliah dan lapangan. Bahkan, Rosi diberi kesempatan menjadi asisten dosen.
“Pengalaman saya luar biasa selama kuliah. Dikasi banyak ilmu dan kesempatan menjadi asisten Ibu Rai dan Pak Dewa Mangku. Dan, fasilitas kuliah juga sangat lengkap,” akunya.
Lebih lanjut, Rosi mengaku menyiapkan opsi lain seandainya belum jodoh menjadi jaksa. “Yang pasti saya ingin melanjutkan ke magister. Trus bisa memilih jadi pengajar dan praktisi hukum. Tentunya kesempatan itu sangat luas,” jelas Rosi.
Dikonfirmasi terpisah, dosen Prodi Ilmu Hukum Undiksha Ni Putu Rai Yuliartini, SH., MH., membenarkan bahwa Rosi adalah salah satu mahasiswi terbaiknya yang dijadikan asisten oleh dirinya sendiri serta Dr. Dewa Gede Sudika Mangku, SH., L.L.M.
Kedua dosennya itu kompak mendoakan agar Rosi sukses menggapai cita-citanya, serta tetap menjaga hubungan dan nama baik almamater. (Kdp)








