Pendidikan

Ilmu Hukum Undiksha Lahirkan Banyak Penegak Hukum, Budhayasa Bertekad Jadi Hakim

Singaraja – Lulusan Ilmu Hukum Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), I Wayan Budhayasa memiliki tekad menjadi hakim. Cita-citanya menjadi hakim bukanlah keinginannya yang muncul ‘kemarin sore’.

Putra dari pasangan Ketut Wirasa dan Luh Piadi ini, diam-diam sudah tertarik dengan dunia hukum dan sosial sejak duduk di bangku SMAN 3 Negeri Singaraja, hingga akhirnya ia memilih jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), untuk mendukung minatnya.

“Bagi saya, profesi hakim itu sangat mulia. Bisa disebut sebagai ‘Tuhan yang terlihat’ karena menentukan hidup seseorang atau kelompok lewat vonisnya,” katanya.

Budha mengungkapkan, ketika mengamati perkembangan dunia peradilan di tanah air, jiwanya bergejolak. Sehingga keinginannya menjadi hakim semakin kuat. Dia menyadari, untuk mencapai cita-citanya itu tidaklah mudah. Jalan terjal pasti dilalui.

Persiapan awal yang dilakukan remaja asal Desa Giri Mas, Kecamatan Sangsit, Buleleng ini adalah memantau informasi pembukaan CPNS bidang analis perkara. Sebab, syarat awal menjadi hakim haruslah seorang PNS di bidang tersebut. Ia tak punya modal relasi dengan penguasa. Yang ia andalkan adalah ilmu, baik teori mau pun praktik yang ditimba saat kuliah.

Jangan menaruh telur dalam satu keranjang. Prinsip itu dipegang kuat olehnya. Seandainya pun ia gagal meraih cita-cita sebagai hakim, ia siap nyeberang ke dunia akademis sebagai dosen ilmu hukum.

“Kalau dari pengetahuan saya sangat optimis karena selama kuliah saya diajarkan hal-hal yang luar biasa terutama praktik langsung berupa peradilan semu, kunjungan ke Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi serta Mahmakah Konstitusi. Itu juga menjadi pengalaman pertama saya naik pesawat awal 2020 lalu,” jelasnya.

Berbekal pengalaman itu, remaja asal Banjar Dinas Segara, Desa Giri Emas, Kecamatan Sawan, Buleleng ini merasa optimis akan sukses meniti karir di dunia per-hukuman. Budha Yasa mengambil Konsentrasi Hukum Pidana, dengan judul skripsi “Tinjauan Viktimologi terhadap Penyalahgunaan Narkotika oleh Anak di Kabupaten Buleleng”.

BACA JUGA:  Asal Mu Tidak Menentukan Mimpi Mu

Dikonfirmasi pada kesempatan yang sama, Wakil Dekan I FHIS, Dr. Dewa Gede Sudika Mangku, SH., LLM., mengakui, Budha Yasa adalah salah satu mahasiswanya yang aktif di bidang organisasi serta di bidang pengabdian kepada masyarakat. Bahkan, Budha Yasa sering dilibatkan oleh dosen untuk ikut kerja bareng melakukan pengabdian.

Soal cita-citanya menjadi hakim, Dewa Mangku menilai tak berlebihan mengingat sudah banyak alumninya yang berhasil menjadi jaksa, hakim, pengacara dan polisi.

“Selain profesi penegak hukum, masih banyak profesi lain yang menjanjikan bagi lulusan kami. Sarjana hukum selalu dibutuhkan di setiap instansi. Jadi peluang kerjanya tak terbatas,” pungkas Dewa Mangku.

Salah satu dosen Ilmu Hukum Undiksha, Ni Putu Rai Yuliartini, S.H., M.H., menambahkan prodi Ilmu Hukum Undiksha, memiliki empat konsentrasi pilihan minat, yaitu hukum internasional, hukum pidana, hukum bisnis perdata serta hukum tata negara. Mahasiswa yang kuliah di Ilmu Hukum Undiksha diharapkan dapat menguasai dengan baik hukum dan sistem hukum di Indonesia, mempunyai keterampilan dan pengetahuan ilmiah untuk mengembangkan hukum dan peka terhadap permasalahan keadilan dan masyarakat. (Kdp)

Shares: